Call: 0123456789 | Email: info@example.com

HNP : Definisi, Perkembangan, dan Diagnosis


Apa itu Herniated Nucleus Pulposus (HNP)?

Herniated Nucleus Pulposus (HNP) adalah kondisi ketika nukleus pulposus (zat seperti gel) menerobos anulus fibrosus (struktur seperti ban) dari piringan intervertebralis (penyerap kejut tulang belakang). Orang awam mengenal kondisi ini sebagai saraf terjepit.

Saraf terjepit terjadi paling sering di daerah lumbar tulang belakang, terutama pada level L4-L5 dan L5-S1 (L = Lumbar, S = Sacral). Hal ini terjadi karena kumbang tulang belakang memikul berat badan paling dominan. Orang-orang antara usia 30 sampai 50 tahun sangat rentan dengan saraf terjepit karena elastisitas dan kadar air nukleus berkurang seiring bertambahnya usia.

Perkembangan dari kondisi normal menjadi saraf terjepit sangat bervariasi. Dimulai dari gejala yang lambat hingga tiba-tiba.

Ada empat tahap:
1. Penonjolan piringan
2. Piringan berprolasi
3. Ekstrusi piringan
4. Piringan terasing

Tahapan 1 dan 2 disebut sebagai saraf terjepit tidak lengkap, sedangkan tahapan 3 dan 4 adalah saraf terjepit lengkap. Nyeri akibat saraf terjepit dapat berkombinasi dengan radikulopati, yang disebut menjadi defisit neurologis.

Defisit ini dapat mencakup perubahan sensorik (misal kesemutan dan mati rasa) dan/atau perubahan motorik (mis. kelemahan dan kehilangan refleks).

Perubahan ini disebabkan oleh kompresi saraf yang diciptakan oleh tekanan dari bahan penyusun piringan itu sendiri .

Perkembangan Saraf Terjepit

Tingkat keparahannya dipengaruhi pada level vertebra mana saraf terjepit terjadi.

Berikut adalah contoh-contoh levelnya:

  • Servikal – Nyeri di leher, bahu, dan lengan
    Thoracic – Nyeri menjalar ke dada
    Lumbar – Nyeri menjalar ke bokong, paha, kaki

Sindrom Cauda Equina terjadi dari pusat piringan dan kondisi ini membutuhkan tindakan operasi sesegera mungkin. Gejalanya meliputi nyeri kedua kaki, hilangnya sensasi perianal (anus), kelumpuhan kandung kemih, dan kelemahan sfingter anal.

Diagnosis Saraf Terjepit
Tulang belakang diperiksa dengan cara pasien berbaring dan berdiri. Karena pergerakan otot, perubahan kelengkungan tulang belakang dapat dideteksi. Nyeri radikuler (radang saraf tulang belakang) dapat meningkat ketika tekanan diberikan ke tingkat tulang belakang yang terkena.

Tes Lasegue, juga dikenal sebagai Straight-leg Raising Test, juga bisa dilakukan. Pasien berbaring, lutut diluruskan, dan pinggul ditekuk. Jika nyeri terasa, ini merupakan indikas bahwai akar saraf lumbosakral bawah meradang.

Tes neurologis lainnya juga dilakukan untuk menentukan hilangnya sensasi dan/atau fungsi motorik. Refleks abnormal dicatat karena perubahan ini dapat mengindikasikan lokasi saraf terjepit.

Penggunaan alat radiografi bermanfaat untuk pengecekan saraf terjepit, tetapi Computed Axial Tomography (CAT) atau Magnetic Resonance Imaging (MRI) dapat memberikan lebih banyak detail. MRI adalah metode terbaik yang memungkinkan dokter untuk melihat jaringan tulang belakang lunak yang tidak terlihat dalam x-ray konvensional.

Hasil Radiografi Saraf Tejepit

Temuan dari pemeriksaan dokter dan pemakaian alat dibandingkan untuk membuat diagnosis yang tepat. Dengan begitu, lokasi saraf terjepit dapat diketahui sehingga dokter dapat memberikan perawatan dan pengobatan syaraf kejepit yang tepat kepada pasien.

 

Have any Question or Comment?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *